Horas Bah…
Kali ini saya akan mengulas tentang belajar Surat Batak, Pustaha Batak, Surat Batak, khususnya Batak Toba. Hmmm… FlashBack masa sekolah Kalau tidak salah, saya mendapat pelajaran ini dengan Mata Pelajaran Bahasa Daerah, di kelas 3 SD di SD Santa Maria Doloksanggul. Dan saya masih ingat betul guru saya kala itu tepatnya adalah Pak J. Pasaribu 2 tahun di kelas 3 dan 4 saya diajarinya. Dan kemudian  di kelas berikutnya 5 dan 6, diajari oleh Suster yang cantik, Suster Brigitha lupa boru apa #peace. Masih ingat betul di memori wajah-wajah wibawa mereka. Beranjak ke SMP, saya juga masih mendapat Mata Pelajaran Bahasa Daerah ini. Di jenjang ini saya diajari oleh Ibu L Sihite yang sangat fun kalau belajar bahasa daerah ini.

Masih melekat di kepala, kalau bicara tentang Surat Pustaha ini. Selama saya mempelajari Pustaha ini, ada 2 kali perubahan tentang penulisan perkarakter. Tidak semua sih yang diubah, hanya beberapa karakter saja. Di jaman teknologi berkembang ini, sudah banyak software yang telah beredar agar kita lebih mudah mempelajari tentang Surat Pustaha Batak. Salah satu diantaranya adalah Program Java yang diset sedemikian, sehingga melahirkan aplikasi TransToba.

Oke..  Ini dia karakter daripada aksara batak tersebut..  Ada Toba, Mandailing, Karo, Simalungun, dan Pakpak…

Karena yang akan kita bahas adalah Aksara Batak Toba, Ini dia  Aksara Batak Tobanya…

Dan ini, huruf untuk mengubah bunyinya..

Kita masuk ke contoh nih…

1. Kita mulai dengan yang biasa dahulu

contohnya: sa=   ya=     ma=  ka=  n=

jadi di dalam menuliskan aksara batak kata saya makan

2. Sedangkan untuk pemenggalan huruf vokal i, u, e, o apabila digabungkan ke dalam sebuah kata, maka penulisan nya akan berbeda. Contohnya seperti:

  • sam – pul
  • so – lop
  • mo – dom
  • mi – ris

Perhatikan contoh berikut!

a) sampul -> penulisannya menjadi samapalu dan dibelakang huruf m dan l diberi pangolat (lihat pada tabel huruf untuk mengubah bunyi di atas, kegunaan pangolat). Kemudian, huruf u milik si huruf p, menjadi pendamping si huruf l, dan diberi pangolat. Nah, hasilnya menjadi:

Sampul =       “Bukan”  

b) solop = 

c) modom = 

d) miris = 

3. Mari kita coba yang kata-kata lebih panjang. Contohnya;

Di sada tingki, lao ma si jaultop marburu pidong tu hauma. 

Ala jago do ibana marpikkat, dapotna ma sada pidong anduhur namassai uli.

Mulak ma ibana tu jabu na, jala dipiara nasida ma pidong i.

Di aksara batak, menjadi:

Agar anda lebih mudah belajar, berikut saya sertakan program trans-tobanya.. Silahkan klik disini ..


Bagaimana dengan penulisan angka (nomor) di aksara batak? Di bawah ini adalah aksara untuk penulisannya.. Anda tinggal menggabungkan saja angka-angka yang ada dari angka 1 sampai ke angka 0..

contohnya: 46

Itu saja yang mungkin bisa saya tuliskan di blog ini.  Dengan tujuan untuk berbagi ilmu dan satuhal yang penting, jangan sampai melupakan adat budaya dari nenek moyang kita. Bangga jadi Orang Batak, dan tetap berkarya bagi kemajuan budaya. Smoga pengetahuan budaya ini, dapat kita wariskan kepada anak-cucu kita kelak..

Apabila ada yang ingin bertanya, menyanggah dan bersifat membangun, silahkan komen di bawah ini.. Horas…