Dirgahayu Kabupaten Humbang Hasundutan ke 9.. Smoga makin jaya, makin makmur dan semakin berkembang… Sebenarnya bagaimanakah awal sejarah kota Doloksanggul ini? Perhatikan penuturan berikut…

Sejarah singkat nama dolok sanggul (cerita ke cerita)
Doloksanggul dulunya adalah hutan rimba yang masih dihuni oleh binatang2 buas dan semak belukar. Suatu hari adalah pesta (ulaon) disebuah tempat yang harus ditempuh melalui dolok sanggul, di dalam adat dolok sanggul bahwa ibu-ibu dalam menghadiri pesta harus memakai kebaya sama sanggul, pada perjalan itu yang memakan waktu kira-kira 1 hari perjalanan, dalam perjalan itu mereka istrahat pas di kota doloksanggul yg dulu masih hutan rimba, tanpa sadar sanggul ibu itu ketinggalan dan setelah sampai ditujuan barulah mereka mengetahu bahwa sanggul itu ketinggalan. Setelah itu (maksudnya setelah pesta usai) mereka kembali lagi melalui jalan yg sama dan mereka tidak menemukan sanggul itu lagi. Dalam perjalanan pulang ketempat asal mereka memandang (manatap) dari dolok nabolon (berada di Kecamatan Pollung) bahwa tempat itu sangat indah, lama kelamaan mereka mulai suka tempat itu dan mulai membuka lahan di tempat tersebut. Karena Bukit adalah Dolok dan Sanggul si Ibu ketinggalan dan telah hilang maka mereka menamakan tempat itu sebagai  DolokSanggul..  

Berikut adalah beberapa penjelasan…

Dolok Sanggul
—  Kecamatan  —
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Humbang Hasundutan
Luas 2.502, 71 km²
Jumlah penduduk 171.687 jiwa (2010)
Kepadatan 68,60 Jiwa/km²

Dolok Sanggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang HasundutanSumatera UtaraIndonesia. Dolok Sanggul merupakan ibu kotaKabupaten Humbang Hasundutan. Dengan Luas Wilayah daratan: 2.502, 71 Km2 terdiri dari 10 Kecamatan, 1 Kelurahan dan 143 Desa. Memiliki jumlah penduduk 171.687 Jiwa yang terdiri dari 85.274 jiwa dan 86.413 perempuan. Kota ini terletak di dataran tinggi berhawa dingin sejuk. Dolok Sanggul juga menjadi sentra perekonomian dan perdagangan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Juga menjadi pusat kegiatan keagamaanKristen, terutama gereja HKBP Distrik III Humbang.

Salah satu makanan khas Dolok Sanggul adalah daging kuda. Masyarakat Doloksanggul ramah-ramah, organisasi sangatlah penting dalam kehidupan warga Doloksanggul, Doloksanggul penuh dengan gereja, dan rata-rata warga memeluk agama Kristen. Marga yang mayoritas di Doloksanggul adalah Simamora, Purba, Manalu, Lumbangaol, Sihite, Simatupang. Doloksanggul bisa dikatakan kota dengan perkembangan sangat cepat dibanding kabupaten lain yang sama dimekarkan. Warga Doloksanggul kebanyakan bertani dan masih sangat kental adat batak yang masih nampak di tiap sudut kehidupan warga.

WISATA Wisata di Kota Doloksanggul, di Kecamatan Baktiraja karena memang pinggiran danau toba dan warga kota berwisata ke Bakkara yang dimana memang asal pahlawan nasional Batak yaitu Sisingamangaraja XII dan istana mungilnya. Jika dikembangkan wisata BAKKARA sangatlah menarik dimana terdapat air terjun dan pemandangan yang sangat mengagumkan karena terdapat pulau kecil yaitu pulau Simamora.

EKONOMI Pertumbuhan ekonomi hanya mengandalkan pertanian, pertanian yang paling berkembang terdapat di desa Siborboron, Kecamatna Sijamapolang yang tepatnya diperbatasan antara Kecamatan Doloksanggul dan Siborong borong. Jenis tanaman yang dikembangkan disana kebanyakan holtikultura seperti cabai, tomat, sayur mayur dan lain lain, sedangkan tanaman tua yaitu jeruk.

GEOGRAFIS Kota Doloksanggul mempunyai sungai yang melewati Kota Doloksanggul yaitu sungai kecil yang namanya Aek Sibundong. Sungai initerkenal dan sering disebut sebut orang misalnya pada sebuah lagu yaitu “Aek Sibundong” memang dulunya sungai ini sangat besih dan cantik tapi sekarang karena ada pencemaran dari kota, kotoran dari kota semua terbuang ke Sungai aek sibundong ini, tepatnya di Jl. Sisingamangaraja dan Jl. G. A. Letkol Manullang pencemaran ini sangat disayangkan karena semua yang ada di lagu jadi seperti bualan saja, seperti dalam lirik “Oh aek sibundong aek sibundong dana uli”, artinya air sibundong yang indah cantik.

Untuk mencapai titik Kejayaan Kota ini, diperlukan kerjasama yang baik dari berbagai Oknum, baik dari Oknum Pemerintah maupun dari Oknum Masyarakat… Mari, Marsipature Hutana Be… Go Doloksanggul… ^^